Badan Gizi Nasional
Keuangan

Manajemen Rantai Pasok (ERP)

Panduan penggunaan aplikasi Manajemen Rantai Pasok (ERP) untuk mendukung pengelolaan pengadaan bahan baku, monitoring stok, serta pelaporan persediaan dan keuangan secara terintegrasi, akurat, dan real-time.

Riwayat Perubahan

Details
Tabel 1. Riwayat Perubahanan Manajemen Rantai Pasok (ERP)
Versi Tanggal Pembaruan Deskripsi Perubahan Penanggung Jawab

v1.2

8 Mei 2026

  • Fitur Laporan persediaan/stok card, pengawas keuangan dapat melihat neraca stok barang masuk dan barang keluar per item, sehingga dapat memantau histori transaksi produksi serta stok opname setiap barang.

  • Penyesuaian stok dapat mengupdate stok barang 0 (habis).

  • Saat ini fitur laporan persediaan hanya menampilkan nilai jumlah stok terkini dari daftar bahan baku yang tercatat di modul ERP. Arahan dari BGN diperlukan fitur riwayat rincian stok masuk dan keluar dari bahan baku tersebut. Fitur yang digunakan merupakan fitur dari produk tim developer yang telah disetujui oleh BGN yaitu stock card.

Tim Dokumentasi Teknis

v1.1

28 Maret 2026

Fitur laporan keuangan :

  1. Buku bantu kas masuk

  2. Buku bantu petty cash

  3. Dana Operasional

  4. Insentif Fasilitas

  5. Neraca Besar

Tim Dokumentasi Teknis

v1.0

09 Februari 2026

Rilis Dokumen Awal.

Tim Dokumentasi Teknis

Latar Belakang Aplikasi

Aplikasi Manajemen Rantai Pasok (ERP) pada Platform SIPGN dirancang untuk mendukung proses pengadaan dan pengelolaan rantai pasok bahan baku secara efisien, akurat, dan transparan.

Aplikasi ini berperan penting dalam operasional harian dapur SPPG, khususnya dalam memastikan ketersediaan bahan baku melalui monitoring stok gudang secara real-time serta mendukung proses pelaporan keuangan yang akuntabel.

Pengguna utama aplikasi ini adalah Pengawas Keuangan yang bertanggung jawab dalam mengelola stok, memantau aktivitas operasional, serta memastikan transparansi dan pertanggungjawaban dalam program gizi nasional.

Melalui aplikasi ini, seluruh proses pengelolaan rantai pasok dilakukan secara digital sehingga meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, serta transparansi pengelolaan sumber daya.

Dokumentasi ini disusun sebagai acuan bagi Pengawas Keuangan dalam memahami dan mengoperasikan aplikasi Manajemen Rantai Pasok (ERP) sesuai dengan peran dan kewenangannya. Setiap modul dijelaskan secara sistematis untuk mendukung operasional pengelolaan bahan baku dan pelaporan di lingkungan SPPG.

Dengan adanya panduan ini, diharapkan seluruh Pengawas Keuangan dapat:

  • Memahami alur pengelolaan rantai pasok secara menyeluruh

  • Mengoperasikan fitur aplikasi dengan benar dan konsisten

  • Mendukung akurasi data stok dan transparansi laporan keuangan

Dokumentasi ini juga akan terus diperbarui seiring dengan pengembangan sistem, sehingga pengguna disarankan untuk selalu mengacu pada versi terbaru dari panduan yang tersedia.

Ruang Lingkup Panduan

Panduan ini mencakup beberapa modul utama dalam aplikasi Manajemen Rantai Pasok (ERP), antara lain:

  1. Dashboard / Beranda Utama

    • Monitoring data item, menu, dan aktivitas secara real-time

    • Informasi total produksi harian

    • Monitoring stok rendah dan stok habis

    • Aktivitas terbaru dan laporan produksi

  2. Manajemen Resep

    • Informasi detail komposisi resep makanan

    • Data resep (nama, kode, kategori, status, pembuat, tanggal, SPPG)

    • Pengelolaan komponen bahan dalam resep

  3. Penyesuaian Stok

    • Sinkronisasi stok sistem dengan kondisi fisik

    • Pencatatan stok masuk

    • Proses stok opname

  4. Laporan Persediaan

    • Informasi detail stok barang

    • Data item (nama barang, PLU, kategori, jumlah, satuan, deskripsi)

  5. Laporan Keuangan

    • Buku bantu kas masuk

    • Buku bantu petty cash

    • Buku bantu dana operasional

    • Buku bantu insentif fasilitas

    • Buku bantu neraca besar

Pengguna Sistem

Aplikasi Manajemen Rantai Pasok (ERP) digunakan oleh beberapa jenis pengguna dengan peran yang berbeda sesuai kebutuhan operasional.

  1. Pengawas Keuangan

  2. Kepala SPPG

Setiap peran memiliki fitur dan kewenangan yang berbeda sesuai dengan kebutuhan pengelolaan rantai pasok bahan baku.

Isi dari dokumentasi ini dikelola oleh tim dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Badan Gizi Nasional Republik Indonesia

Copyright © 2026 Badan Gizi Nasional. All rights reserved.